Wisata Berbasis Alam di Sulsel Dikembangkan

Menteri Pariwisata Arief Yahya akan mengembangkan wisata berbasis alam di Sulawesi Selatan dengan “brand” lokal yakni Explore South Sulawesi.

Menpar Arief Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (21/1), menyatakan pihaknya akan mengembangkan wisata alam di Sulsel, antara lain di Takanonerate, Selayar, Taman Nasional Batimurung, wisata budaya di Toraja dan kebudayaan Bugis. Arief menambahkan, untuk unsur aksesibilitas akan dikembangkan dan ditingkatkan kualitas jalan menuju destinasi termasuk peningkatan Bandara Buntu Kuni Toraja dan H Aroeppala Selayar.

“Akses ini selain darat juga konektivitas udara meliputi 3-A yakni, Airlines, Airport, dan Authority yang dalam hal ini sinergi dengan Kementerian Perhubungan. Jika akses Jakarta-Selayar, Jakarta-Toraja dibuka, maka potensi wisata daerah itu bisa dieksplorasi,” kata Arief Yahya.

Soal amenitas, menurut Arief, akomodasi di Sulsel relatif mencukupi. Tercatat, Sulsel memiliki 927 kamar berkapasitas 16.192 unit kamar dengan rata-rata tingkat hunian kamar mencapai 46,09 persen (hotel bintang) dan 25,92 persen (non-bintang).

“Khusus destinasi Toraja jumlah hotel di sana ada 55 hotel bintang dan non-bintang masing-masing di Tana Toraja 16 hotel dan Toraja Utara 39 hotel,” katanya.

Pihaknya juta mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke Sulsel maupun ke Toraja menunjukkan tren meningkat. Pada 2015 tercatat jumlah kunjungann wisatawan ke Sulsel sebanyak 7,32 juta terdiri dari wisman dan wisnus. “Ada 7,12 juta wisnus dan 191.773 wisman,” katanya.

Dari kunjungan wisatawan tersebut wisatawan yang berkunjung ke Tana Toraja sebanyak 296.136 wisnus dan 34.685 wisman, sedangkan ke Toraja Utara sebanyak 286.669 wisnus dan 32.763 wisman.

Sumber : Republika.co.id

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *