Siapa yang tak kenal dengan Valentino Rossi, si penunggang kuda besi berambut keriting asal Italia. Namanya sudah akrab di telinga penikmat MotoGP ketika dia merebut gelar juara dunia pertamanya di kelas 125cc pada 1997.

Kecintaan Rossi terhadap olahraga balap roda dua sudah tak perlu diragukan lagi. Pembalap yang identik dengan nomor 46 itu diketahui sudah 21 tahun menekuni kariernya sebagai joki kuda besi. Total, sembilan gelar juara di empat kelas berbeda telah mampir ke lemari koleksi trofinya.

Lantas, tidak salah jika Valentino Rossi mendapatkan label sebagai pembalap hebat di kelas bergengsi. Seiring waktu, popularitas, dan kharismanya semakin tak terbendung dan The Doctor pun naik peringkat menjadi legenda MotoGP.

Predikat itu semakin nyata terlihat saat Presiden Sirkuit Silverstone Derek Warwick secara tegas menaruh kekagumannya atas kecintaan Rossi terhadap dunia balap motor. Menurutnya, pembalap kelahiran Urbino, Italia, 16 Februari 1979 itu tidak hanya pantas disebut sebagai legenda MotoGP, tapi juga legenda olahraga.

“Rossi memang seorang legenda, tidak hanya di MotoGP, dia adalah legenda olahraga. Dia pun pantas disejajarkan dengan legenda di kejuaraan balap, seperti Ayrton Senna, Juan Manuel Fangios, dan Stirling Moss,” kata Warwick seperti dikutip Autosport, Minggu (15/1/2017).

Salah satu yang mendasari Warwick memberikan label kepada Rossi adalah di usianya yang sudah tidak muda lagi. Dia terus mempertontonkan kebolehannya saat mengaspal di ajang kuda besi. Itu sebabnya mengapa gelaran balap MotoGP hingga kini mendapat sambutan yang hangat dari penggemar.

 “Beberapa tahun yang lalu, saya berpikir bahwa saya telah melihat yang terbaik dari dia (Valentino), tapi ternyata tidak. Kini dia sudah berusia 38 tahun, dan dia masih terus membuat saya takjub,” ucap mantan pilot jet darat di era 1990-an itu.

Warwick tidak hanya menceritakan kekagumannya kepada Valentino Rossi saja. Pemilik British Racing Drivers Club (BRDC) atau pemegang penuh hak Sirkuit Silverstone itu juga ikut mengomentari kehadiran sejumlah pembalap muda di kelas utama 1000cc.

“Marquez memiliki bakat khusus, Vinales datang, dan Lorenzo pergi ke Ducati. Semua hal yang sangat positif untuk MotoGP,” tutup Warwick.