Tren Sandal Kasual

Sandal mengalami tren yang bisa digunakan dalam beberapa acara dan modelnya yang glamor namun tetap kasual. Hal ini terjadi karena sisi sporty tak hanya muncul pada sepatu, juga sandal yang cenderung lebih santai.

“Dad Sandal” pun menjadi salah satu model yang sedang in. Memang musim panas lalu ada banyak tampilan alas kaki chunky , gaya sandal ortopedi, footbed dan slider pool side berbahan plastik. Model tersebut mengambil alih gaya high end dan fashion high street yang belakangan mengubah tren menjadi lebih praktis. Demikian juga penganut fashion dengan signature style apa pun telah menjadi terbiasa dengan kenyamanan dan fungsionalitas.

Penganut gaya luxulury sporty atau casual sporty pun hanya perlu melihat kebangkitan tambahan sepatu tenis Adidas Stan Smith atau Vans klasik sepatu skate slip-on untuk bukti lebih lanjut. Bila pada 2014 gaya slip-on lewat Birkenstock menjadi yang teratas, maka pada tahun 2015 ini tampaknya akan menjadi milik “Dad Sandal”.

Desainnya ikut mengalami perkembangan seperti adanya tambahan tali Velcro, perpaduan antara sisi sporty dan sandal hiking, kadang dipakai dengan kaus kaki, dan biasanya memiliki rancangan yang memisahkan jari-jari kaki, satu pergelangan kaki, dan yang menghubungkan tepi luar kaki. Model “Dad Sandal” pun dapat dilihat pada beberapa label di catwalk musim semi/panas 2014/2015 silam.

Desainer asal Inggris Christopher Raeburn bekerja sama dengan merek olahraga Gola untuk mengenakannya pada masing-masing model dalam versi bermotif abu dan biru pucat, sedangkan label Antipodium menyalurkan ide gaya “Dad Sandal” dalam sisi “komune chic” yang tampil dalam palet hitam tebal. “Burberry tak mau kalah memberikan tampilan sandal nyaman ini dengan gaya merek asal Italia yang keren.

Marni meninggikan landasan alas kakinya dengan bentuk tambahan menjadi flatform,” tulis Bibby Sowray, kolumnis mode dari Telegraph.co.uk. Selanjutnya “Dad Sandal” tak cuma digarap para desainer, juga mendapatkan dukungan yang riuh di Instagram melalui berbagai blogger fashion . Ini menjadi salah satu tanda paling pasti bahwa tren telah benar-benar menjalar.

Diketahui sandal ini sebenarnya diciptakan berkat ahli geofisika dan pemandu rafting , Mark Thatcher, pada tahun 1984 ketika menyadari kebutuhan akan sandal untuk kebutuhannya yang tahan basah dan tak mudah selip. Kemudian sebagai fashion “dari adaptasi”, Dad Sandal pun mantap dalam popularitas dan telah membuat sebagian besar status baru, seperti yang Birkenstock lakukan pada tahun lalu.

“Kebangkitan sandal, sebagai produk secara umum, telah besar untuk label Teva dan minat di label kami sangat luar biasa. Ini bagus untuk melihat bahwa konsumen saat ini menunjukkan minat yang unik, membawa keragaman di pasaran, dan mengambil sejarah panjang Teva,” kata seorang wakil merek. ASOS dan Urban Outfitters juga telah mengambil hampir semua merek yang menciptakan “Dad Sandal” dan ini memberi sinyal bahwa model tersebut akan laku musim ini.

“Kami yakin bahwa spring summer 2015 adalah musim panas label Teva. Meskipun ini akan menjadi musim kedua kami dan pilihan untuk musim panas ini akan supernyaman dan mendatangkan banyak pembeli di toko kami,” kata Charlotte Glover, manajer pembelian aksesori dan sepatu di Urban Outfitters. Sisi klasik dari model “Dad Sandal”, sandal olahraga Teva juga telah menciptakan kesan maskulin.

Teva kembali memperkenalkannya pada musim terbaru. Sementara itu, ASOS mengantisipasi banyaknya jumlah permintaan dengan stok yang melimpah seperti yang dilakukan Topshop.

sumber : sindonews.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *