TikTok Membuat Dua Perusahaan China Saling Gaduh

Dua raksasa industri teknologi asal China saling berseteru. ByteDance, perusahaan induk aplikasi TikTok menuduh Tencent menggunakan dominasi pasar untuk menyingkirkan mereka dari persaingan.

Dilansir CNN, Kamis (4/2/2021), ByteDance berencana menggugat Tencent pada hari Selasa lalu. Meski begitu, hingga kini belum ada gugatan yang diajukan ke Pengadilan Kekayaan Intelektual Beijing.

Media pemerintah, salah satunya Beijing Daily, telah melaporkan bahwa ByteDance telah meminta Tencent untuk mencabut pembatasan kontennya dan membayar kerugian ekonomi sebesar US$ 14 juta atau sekitar Rp 196 miliar (jika 1 US$ = Rp 14.000).

Mendapatkan tuduhan ByteDance, Tencent pun membalas. Mereka mengatakan WeChat juga berencana untuk menuntut ByteDance. Tencent menuduh Douyin telah memperoleh informasi pengguna WeChat secara ilegal dan melanggar hak konsumen.

“Tuduhan relevan dari ByteDance adalah murni palsu dan pembingkaian berbahaya,” kata Tencent.

ByteDance dan Tencent memang merupakan dua pemain terbesar di media sosial China. Akun WeChat Tencent memiliki lebih dari 1,2 miliar pengguna aktif bulanan, sementara aplikasi QQ (messenger)-nya memiliki hampir 700 juta pengguna aktif bulanan.

Douyin alias TikTok dari ByteDance tidak merilis angka bulanan. Tetapi bulan lalu dikatakan bahwa terdapat rata-rata sekitar 600 juta pengguna aktif setiap hari.

Kedua perusahaan sempat berseteru beberapa lama. Sejak 2018, mereka sering menuduh satu sama lain melakukan persaingan tidak sehat, apalagi perselisihan itu terkadang terjadi di pengadilan. Pertarungan itu semakin membuat sengit industri teknologi di China, terlebih di saat masa pergolakan industri teknologi China seperti sekarang ini.

Sumber : detik.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.