STMIK Global Ikut Ambil Bagian Dalam Pencegahan Virus Corona

Kasus Corona di Indonesia telah berlangsung selama hampir satu tahun, dan belum berakhir hingga saat ini. Bahkan, belakangan ini, kasus corona di Indonesia semakin tinggi, bahkan kini kasus covid-19 di Indonesia telah menyentuh angka 1 juta kasus. Kini akibat pandemi Covid-19, sejumlah wilayah di pulau Jawa dan Bali menerapkan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), terutama di wilayah yang kasus covid-19nya cukup tinggi. Namun, tentu saja langkah pencegahan covid-19 juga dapat dilakukan pada tingkat institusi.

Seperti halnya STMIK Global yang mulai melakukan sejumlah langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona. Berikut beberapa langkah ikhtiar yang dilakukan STMIK Global dalam mengatasi wabah corona :

Swab Test Antigen

Ketua STMIK Global, Dr. H. Dedi Royadi, M. Si. tengah melakukan proses swab test antigen.

Swab test antigen merupakan salah satu metode yang cukup populer (selain rapid test/swab PCR) dalam mengetahui apakah seseorang terdampak virus Corona ataukah tidak. Seluruh karyawan STMIK Global diwajibkan untuk mengikuti proses swab test antigen ini. Hasil dari swab test ini pun dapat segera diambil dalam waktu yang tidak lama setelah proses swab test berlangsung.

Pemberlakuan Work From Home (WFH)

Proses rapat yang digelar secara virtual, karena sebagian karyawan bekerja dari rumah (WFH).

Sesuai dengan aturan yang tertuang dalam pelaksanaan PPKM, terlebih lagi di saat wilayah Tangerang Raya menjadi salah satu wilayah yang terdampak dari PPKM ini, STMIK Global mengambil langkah strategis untuk menjalankan sistem bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) sejak hari Senin, 8 Februari 2021. Adapun para karyawan yang bekerja dari rumah adalah sebanyak 50% dari seluruh karyawan STMIK Global. Hal ini sudah sesuai dengan salah satu peraturan dalam PPKM yang mewajibkan 50% karyawan dalam suatu kantor/institusi melakukan sistem bekerja dari rumah.

Pengecekan Suhu Saat Akan Memasuki Area Kampus

Proses pengecekan suhu yang dilakukan sebelum suatu karyawan memasuki area kampus.

Salah satu hal yang paling penting dalam menjalankan kegiatan di saat pandemi seperti sekarang adalah dengan menjaga agar kondisi tubuh tetap dalam keadaan sehat. Rupanya, STMIK Global juga sangat menyadari hal tersebut. Hal itu ditunjukkan dengan pengecekan suhu yang dilakukan saat seluruh warga kampus (tidak hanya karyawan, tapi juga mahasiswa) akan memasuki area kampus. Jika suhu seseorang kurang dari 37,5 derajat celcius, maka mereka diperbolehkan untuk masuk ke dalam area kampus. Namun jika suhunya justru melebihi 37,5 derajat celcius, maka para karyawan/mahasiswa itu akan dilarang keras memasuki area kampus.

Penyediaan Hand Sanitizer

Salah satu hand sanitizer yang terpasang di salah satu sudut kampus

Salah satu himbauan pemerintah yang selalu gencar diingatkan bahkan sejak awal pandemi mulai menyerang Indonesia adalah “Selalu cuci tangan dengan sabun atau cairan hand sanitizer“. Hal ini berguna untuk melindungi tangan kita dari ancaman berbagai virus berbahaya. Untuk mendukung langkah pencegahan virus Corona di STMIK Global, pihak kampus menyediakan hand sanitizer di setiap sisi kampus, baik di lantai bawah ataupun di lantai atas.

Penyemprotan Disinfektan Di Seluruh Area Kampus

Seluruh area, baik di kampus utama STMIK Global di Margasari, maupun kampus B STMIK Global di Cimone disemprot disinfektan secara berkala. Tujuannya adalah untuk membunuh seluruh bakteri, virus, atau kuman yang mungkin akan menjadi sarang penyakit bagi seluruh karyawan. Kenapa harus disinfektan? Karena cairan ini cukup ampuh dalam membasmi berbagai kuman hingga virus penyakit yang mungkin bersembunyi di sela-sela benda kerja.

Itulah beberapa ikhtiar yang STMIK Global lakukan dalam melawan pandemi Covid-19. Tentu semua hal ini dilakukan demi satu hal, memutus rantai penyebaran covid-19 dan membantu agar bangsa Indonesia bisa segera keluar dari pandemi Covid-19 yang belum terselesaikan ini.

Mari bersama melawan pandemi covid-19 dengan selalu menerapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada, seperti mencuci tangan dengan sabun/cairan hand sanitizer, menjaga jarak 1 hingga 2 meter, memakai masker, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas (perjalanan keluar rumah, kecuali penting dan mendesak) agar kita semua dan bangsa Indonesia bisa segera terbebas dari virus corona.

Kita Bisa, STMIK Global Bisa, Indonesia Bisa.

#stmikgloballawancovid19 #stmikglobalcegahcorona

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.