Rokok Elektronik Itu Berbahaya atau Tidak? Ini Penelitiannya

Rokok elektrik atau vape mungkin meningkatkan risiko penyakit jantung. Demikian laporan para peneliti University of California, Los Angeles (UCLA). Tim peneliti menemukan bahwa dua faktor risiko untuk penyakit jantung meningkat pada 16 pengguna rokok elektrik dibanding 18 orang yang bukan perokok.

Pola-polanya serupa dengan apa yang ditemukan pada pasien-pasien yang mengalami serangan jantung serta mereka yang menderita penyakit jantung dan diabetes,” ujar ahli kardiologi, Holly Middlekauff, salah satu pelaku riset yang diterbitkan secara daring di JAMA Cardiology , awal Februari lalu.

Baca juga : Dalam riset tersebut diketahui bahwa para pengguna rokok elektrik memiliki pola-pola detak jantung yang menunjukkan adrenalin tingkat tinggi dikenal sebagai epinephrine di dalam jantung, sebuah tanda risiko penyakit jantung. Para peneliti juga menemukan peningkatan stres oksidatif, sebuah ketidakseimbangan molekul-molekul pelindung tertentu yang dapat menyebabkan pengerasan dan penyempitan arteri.

Penemuan itu penting, kata Middlekauff, karena menunjukkan bahwa organ jantung para pengguna rokok elektrik berada dalam moda terbang atau berjuang ( flight or fight ) sepanjang waktu, tidak hanya saat mereka merokok.

Menurut Middlekauff, langkah berikutnya adalah memastikan hal apa sebenarnya yang ada di dalam rokok elektrik yang bertanggung jawab atas berbagai dampak terhadap jantung. Para peneliti juga ingin membandingkan dampak-dampak antara rokok elektrik dan rokok tembakau pada jantung.

Rokok elektronik bukannya tidak berbahaya, ujar Middlekauff. Benda ini memiliki dampak-dampak fisiologis yang nyata dan terukur. Setidaknya pada beberapa kasus yang kami temukan terkait dengan penyakit jantung.

Sumber : Tempo.co

Comments

comments

Diar

Simple

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *