Riset: Jutaan Kematian Anak di Dunia Sebenarnya Bisa Dicegah

Jakarta, Sebuah laporan terbaru mengungkap di tahun 2013 terjadi 7,7 juta kematian anak dan remaja di seluruh penjuru dunia. Rinciannya, 6,3 juta kasus pada anak berumur kurang dari lima tahun; 480.000 pada anak berumur 5-9 tahun dan 970.000 anak berumur 10-19 tahun. Apa penyebabnya?

Angka ini diperoleh peneliti setelah mengumpulkan data dari berbagai penelitian tentang penyakit fatal dan non-fatal yang terjadi pada anak-anak dan remaja di 188 negara.

Laporan bertajuk Global Burden of Disease Study 2013 tersebut juga secara gamblang mengungkap, di tahun 2013, penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun adalah infeksi pernapasan (pneumonia dan bronkitis), komplikasi kelahiran prematur, malaria, diare, dan gangguan saraf pada bayi atau biasa disebut ‘neonatal encephalopathy’.

Sedangkan pada anak dalam rentang usia 5-9 tahun, penyebab kematian utamanya adalah diare, diikuti dengan infeksi saluran pernapasan bawah, kecelakaan, malaria dan infeksi pe seperti tifoid. Kemudian pada remaja, lebih dari sepertiganya diakibatkan oleh kecelakaan, HIV/AIDS, self-harm (melukai diri sendiri), tenggelam, dan infeksi pencernaan.

Peneliti yang tergabung ke dalam Global Burden of Disease Pediatrics Collaboration tersebut juga melaporkan, separuh kasus kematian anak akibat diare di seluruh dunia didominasi oleh anak-anak di lima negara, yakni Kongo, Ethiopia, India, Nigeria dan Pakistan.

Mereka juga membandingkan perbedaan penyebab kematian utama pada anak di negara maju dan berkembang. Misalnya di Amerika Utara, Australia dan Eropa, penyebab kematian utama pada bayi adalah cacat bawaan lahir, sedangkan pada anak di atas umur 1 tahun adalah cedera yang tidak disengaja, seperti kecelakaan mobil, tenggelam dan akibat penggunaan senjata api.

Peneliti kemudian menyoroti bahwa penyebab utama kematian anak di seluruh penjuru dunia sebenarnya dapat dihindari. Penyakitnya pun rata-rata bisa ditangani dengan mudah, semisal infeksi saluran pernapasan bawah dan diare yang sebenarnya dapat dicegah dengan meningkatkan kualitas udara dan air.

Selain itu, peneliti juga mengungkap penyebab disabilitas utama pada anak-anak dan remaja di seluruh dunia sepanjang tahun 2013. Pertama, anemia, terutama di India, China dan Nigeria, meskipun prevalensi tertingginya justru ditemukan di Afghanistan.

Kedua, penyakit kulit dengan berbagai variasi, tergantung rentang usia si anak. Pada anak-anak, penyakit kulitnya biasa disebabkan oleh virus, sedangkan pada remaja paling banyak karena jerawat. Dan ketiga adalah gangguan depresi, terutama pada remaja.

“Kendati demikian, banyak negara yang diamati tidak mempunyai catatan pasti tentang penyebab kematian warganya, sehingga menghalangi peneliti untuk mengungkap angka yang sebenarnya,” tutup peneliti seperti dikutip dari Livescience, Kamis (28/1/2016).

Sumber : detikHealth

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *