Psikomatik, Merasa Sakit tapi Hasil Pemeriksaan Baik

Wanita muda seringkali merasakan rasa sakit kepala yang berlebih atau nyeri punggung yang tak tertahankan. Namun ketika ia konsultasikan ke dokter dan melakukan sejumlah pemeriksaan tidak ditemukan adanya gangguan. Hal ini yang disebut dengan gangguan psikosomatik.

Gangguan psikosomatik merupakan kondisi jiwa yang berpengaruh terhadap pada fisik. Kondisi mental dapat mempengaruhi seberapa buruk penyakit fisik seperti stres dan kecemasan.

Sebagian besar gangguan psikosomatik ini melibatkan pikiran dan tubuh. Reaksi dan mengatasi penyakit setiap orang sangat bervariasi. Misalnya, ruam psoriasis mungkin bagi kita tidak mengganggu namun bagi beberapa orang hal ini membuat mereka merasa tertekan dan sakit. Faktor mental mempengaruhi bagian fisik yang sakit. Misalnya merasakan nyeri dada namun secara fisik tidak ditemukan adanya gangguan. Hal ini lebih disebabkan oleh stres.

Umumnya penderita psikomatik masih berusia muda, sebagian besar wanita. Dan dipicu oleh kecemasan dan stres.

Pikiran dapat mempengaruhi penyakit fisik. Bahwa pikiran dapat menyebabkan gejala fisik. Sebagai contoh, ketika kita merasa takut atau cemas hal ini dapat meningkatkan detak jantung yang cepat, hati berdebar-debar, merasa sakit (mual), tremor, berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut dan napas menjadi cepat.

Ketika kita cemas, gejala fisik meningkat akibat meningkatnya aktivitas impuls saraf yang dikirim dari otak ke berbagai bagian tubuh dan adanya pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah.

 Ada juga beberapa bukti bahwa otak mungkin dapat mempengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan penyakit fisik.

Setiap penyakit ada pengobatannya sendiri. Untuk penyakit fisik, perawatan fisik biasanya pemberian obat-obatan atau operasi. Namun, biasanya dokter juga akan mempertimbangkan faktor-faktor mental dan sosial yang mungkin mempengaruhi timbulnya penyakit. Oleh karena itu, dalam mengatasi masalah psikis jaga kondisi mental Anda. Hindari stres, buat pikiran Anda tenang, atasi rasa cemas, hindari depresi, selalu berpikiran positif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Anda butuh liburan.

Sumber : tempo.co

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *