Pemkot Bandung Gelorakan Tradisi Mengaji Maghrib

BANDUNG — Dahulu, kala senja datang orang-orang berduyun-duyun menuju surau. Mulai anak-anak hingga remaja dan dewasa.

Menjinjing kitab suci Alquran dengan mengenakan baju koko lengkap dengan sarung dan peci bagi lali-laki. Rok dan baju panjang menghiasi kerudung anak-anak perempuan.

Lantunan ayat suci Alquran menggema di balik gelapnya awan malam bertabur bintang. Suasana menyejukkan yang terasa dirindukan.

Waktu bergerak begitu cepat. Zaman telah berubah. Era teknologi dan perkembangan budaya yang serba modern. Mengikis keseharian untuk mengaji ke masjid atau mushalla.

Tradisi mengaji mungkin masih ada di daerah-daerah terpencil. Namun tengok ke kota besar. Mushalla hingga masjid seolah hanya menjadi ikon tempat ibadah yang kala waktu adzan tiba didatangi dan kembali setelah menunaikan shalat.

Kondisi ini yang membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggagas sebuah program untuk mengembalikan tradisi mengaji seperti beberapa tahun lalu sebelum era modernisasi. Program ini menjadi sebuah gerakan untuk membangkitkan kembali semangat belajar Alquran.

Sumber : Republika

Comments

comments

Muhammad Iqbal Hanafri

Hi, my name is Muhammad Iqbal Hanafri. I'm a lecturer at STMIK Bina Sarana Global, and also a writer at kabarglobal.com. I have finished my bachelor degree at IPB University, and then I got my master degree at Budi Luhur University. Now, I continue my doctoral degree at National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan. I used many time to improve skills and also make it used to my environtment. If you want to share with me, I am opened. You can email me at miqbalhanafri@gmail.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.