Pekerjakan Robot sebagai Pelayan Dianggap Lebih Efisien

Saat ini perkembangan robot begitu pesat. Tak ayal, sejumlah robot diciptakan untuk meringankan pekerjaan yang kerap dilakukan manusia.

Seperti halnya robot pelayan yang digunakan sebuah restoran seafood di Singapura, Rong Heng Seafood Restaurant. Mereka menganggap, penggunaan robot ini jadi terobosan terbaru dalam efisiensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Industri kuliner.

“Seburuk apapun perlakuan Anda, robot itu tidak akan marah. Robot juga tidak akan minta kenaikan gaji, bonus, cuti, izin sakit atau kesejahteraan lainnya. Mereka juga bisa bekerja 24 jam dalam sepekan,” Zhang Zhinong, Director restoran ini kepada Zaobao.

Terlebih dalam perayaan Tahun Baru Imlek nanti. Zhang benar-benar memikirkan hal tersebut, pasalnya jumlah pengunjung akan membludak dan butuh pekerja tambahan. Sementara, dengan menggunakan robot hal itu tak perlu dipusingkan.

“Apalagi saat tahun baru Imlek nanti, mereka tidak akan mengeluh ketika disuruh lembur,” tambah Zhang.

Sebagaimana dilansir Soshiok, Selasa (2/2/2016). Robot buatan Jepang ini dilengkapi interior dan sensor canggih. Sedangkan untuk baterainya diproduksi oleh sebuah perusahaan China. Diketahui, untuk perawatannya tidak rumit, hanya butuh satu kali perawatan dalam sepekan.

Diketahui, biaya yang harus dikeluarkan untuk seorang gaji pelayan dan tunjangan lainnya dalam satu tahun adalah sekira USD30.000 atau Rp411 juta. Sedangkan untuk satu robotnya hanya mengeluarkan USD14 ribu atau Rp117 juta per tahun.

Oleh karena itu, penggunaan robot dinilai jauh lebih efisien. Meski demikian, operasional robot ini masih memerlukan manusia sebagai operatornya. Karenanya, peran robot dalam industri kuliner bukan menggeser posisi manusia sebagai sumber daya, namun hanya meringankan pekerjaan dan efisiensi SDM dan restoran jadi lebih menarik perhatian.

 

Sumber: okezone.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *