Misi NTB untuk Pariwisata Pulau Sumbawa

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin meminta, sinergitas antar Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota dengan Dinas Pariwisata NTB lebih ditingkatkan guna meraih 3,5 juta kunjungan wisatawan tahun ini. Amin menambahkan, pemetaan potensi wisata antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa juga perlu dilakukan, agar memudahkan setiap daerah dalam mengembangkan potensi wisata.

“Sinergitas sangat penting, tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” kata Amin dalam rapat kerja pariwisata NTB di Hotel Grand Legi, Mataram, NTB, Selasa (24/1). Jika dibandingkan Pulau Lombok, kata Amin, sektor pariwisata Pulau Sumbawa masih tertinggal.

Kurangnya fasilitas pendukung pariwisata seperti hotel, restoran, hingga transportasi di Pulau Sumbawa, menjadi salah satu permasalahan yang membuat sektor pariwisata Sumbawa tertinggal dari Lombok. Padahal, kata Amin, potensi alam hingga kekayaan budaya di Sumbawa tidak kalah dengan Lombok. “Akselerasi Pulau Sumbawa wajib kita lakukan. Kita harap bupati, wali kota, lebih besar mengalokasikan anggaran untuk wisata,” lanjutnya.

Dia juga berharap, sejumlah industri pariwisata seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) investasi di Sumbawa. Menurutnya, Sumbawa bisa belajar dari Pulau Lombok dalam pengembangan pariwisata. Awalnya, saat mengembangkan sektor Pariwisata di Lombok, banyak yang meragukan keberhasilannya. Namun, lambat laun, nama Lombok mulai menancapkan diri sebagai destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan.

“Kita pernah diproses kenapa MICE di Lombok saja. Alasannya, karena fasilitas adanya di sini, kan tidak mungkin MICE di Sumbawa, hotelnya di mana,” ucap dia. Selain itu, faktor komitmen dalam pengembangan pariwisata juga menjadi kunci utama. Amin menuturkan, sektor pariwisata bisa menjadi alternatif bagi pemerintah daerah dalam meraih pendapatan di luar potensi sumber daya alam yang sudah ada.

“Pariwisata bisa berkontribusi pada kemiskinan,” ungkap Mantan Ketua DPRD NTB tersebut.

Sebagai catatan, Amin menjelaskan, NTB menyumbang 10 persen wisatawan mancanegara dari target kunjungan wisman nasional yang sebesar 15 juta. “Tahun lalu kita 1,5 juta untuk wisman, berarti kalau 15 juta wisman secara nasional, kita berkontribusi 10 persen bagi nasional,” katanya menambahkan.

Sumber : Republika.co.id

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *