Mata Air Citaman Pandeglang, Surga Tersembunyi di Tanah Banten

Selain Ujung Kulon, Banten ternyata memiliki banyak surga wisata tersembunyi yang wajib untuk Anda sambangi saat liburan. Salah satu destinasi yang pamornya mulai naik daun adalah Kolam Mata Air Citaman Pandeglang.

Lokasinya berada di kaki Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Jauh dari perkotaan membuat tempat ini cocok untuk dijadikan sebagai spot berelaksasi mengobati segala stres dan tekanan yang dirasa karena kesibukan yang dimiliki.

Seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (25/01/2017), banyak hal yang menjadi daya tarik dari Kolam Mata Air Citaman Pandeglang. Kira-kira apa saja, ya?

Seperti Umbul Ponggok yang ada di Klaten, mata air yang ada di Citaman Pandeglang ini sangatlah jernih dan bening. Tak heran jika banyak wisatawan yang memanfaatkan kesempatan itu untuk ber-selfie di dalam air.

Oleh warga setempat, kolam ini dijuluki sebagai kolam pemandian air es. Pasalnya, sumber air yang ada di kolam ini mengalir langsung dari Gunung Pulosari. Meski dingin, tetap banyak kok wisatawan yang datang berendam di kolam tersebut.

Yang paling menyenangkan saat berenang di kolam ini adalah Anda akan disuguhi pemandangan yang cantik dan asri. Kolam yang jernih dikelilingi bebatuan alami, pepohonan rindang, dan sawah yang hijau membentang. Lokasinya yang jauh dari pemukiman warga membuatnya jadi sunyi dan menenangkan. Anda tentu akan betah berlama-lama di kolam mata air ini.

Selain berenang atau selfie, Anda pun bisa mendapatkan pengetahuan sejarah saat berada di Kolam Mata Air Citaman Pandeglang. Kolam mata air  ini ternyata sudah ada sejak 2.500 tahun yang lalu tepatnya saat belum memasuki tahun masehi. Bisa dibayangkan betapa tuanya kolam mata air ini? Meskipun begitu, kualitas air yang ada di sana masih tetap terjaga kejernihan dan kemurniannya, kok.

Tak hanya kolam mata air, di area ini pun terdapat situs budaya lain yaitu Batu Goong. Situs batu ini memang cukup terkenal. Sebab dulunya tempat ini digunakan sebagai tempat pertemuan dan peribadatan umat Budha. Selain itu, tempat ini pun menjadi bukti masuknya agama Islam ke wilayah Banten karena terdapat makam Syekh Dalem Tuha.

Sebagai situs budaya, tentu Anda harus terus menjaga dan melestarikan kawasan wisata ini dengan tidak melakukan tindakan perusakan saat berada di sana.

Sumber: Liputan 6

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *