Longsor Yang Sebabkan Banjir Bandang di Bogor Terjadi Hingga 4 Kali

Warga di Kompleks Gunung Mas RT 02 RW 02, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyaksikan empat kali peristiwa longsor terjadi di wilayahnya. Dari data yang dihimpun hingga hari Selasa 19 Januari 2021 sore, sudah ada tiga rumah dan satu warung rusak berat akibat kejadian itu, namun nihil korban jiwa.

“Longsor terjadi empat kali, pertama pada pukul 09.00 WIB, kemudian 09.15 WIB, lalu longsor ketiga terjadi pukul 09.45 WIB dan yang terakhir pukul 12:30 WIB,” ujar Bambang Adriansyah, 32, salah satu warga di lokasi.

Ia menambahkan, awal longsor terjadi pada 09.00 WIB dan warga yang tinggal di hulu perumahan langsung mengumumkan kejadian tersebut di masjid.

“Untuk semua warga RW 02 diharapkan turun dan mengosongkan rumah karena ada tanah longsor. Itu yang diumumkan di masjid,” ungkapnya.

Bambang menduga kejadian longsor terjadi disebabkan hujan yang terus mengguyur wilayah Puncak Bogor dan sekitarnya sejak Senin, 18 Januari 2021.

“Memang hujan terus terjadi sejak Senin pagi (18/1/21) hingga saat ini. Dengan intensitas yang berbeda, pagi hujan deras kemudian malamnya deras kembali,” sebut Bambang.

Longsor Sebabkan Banjir Bandang

Longsor yang terjadi di hulu Sungai Cisampay tersebut menyebabkan banjir bandang yang melanda kawasan Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor pada Selasa pagi (19/1/2021).

Kepala Desa Tugu Selatan M Eko Windiyana menyebut, sebulan lalu sempat terjadi longsor di kawasan Curug Halimun, yang menjadi hulu Sungai Cisampay. Kemungkinan material longsor masih menutupi aliran sungai itu, sehingga pada saat hujan lebat, air meluap dan menyebabkan banjir bandang.

Hal itu dilihat dari jenis material yang terbawa arus sungai pada saat banjir bandang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Material yang terbawa arus berupa lumpur bercampur batu dan batang pohon.

“Di sekitar rumah warga dan di pinggiran sungai terlihat batu serta pohon berserakan akibat terbawa banjir bandang. Pohon itu tumbang dihantam banjir hingga menimpa rumah warga,” jelas Eko.

Hal senada juga diutarakan Camat Cisarua, Deni Humaedi. Dia menduga banjir bandang berasal dari hulu Sungai Cisampay yang sempat mengalami longsor sebulan lalu.

“Aliran kali ini tidak besar, tapi karena hujan deras yang cukup lama. Kemudian aliran sungai yang tertutup longsoran meluap dan masuk ke rumah-rumah,” kata Deni.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku sudah menerima laporan terkait penyebab banjir bandang di kawasan Gunung Mas Puncak.

Dalam waktu dekat ini pihaknya akan meminta ahli geologi untuk meneliti kontur tanah di sekitar lokasi kejadian. Setelah diketahui hasilnya, Pemkab Bogor akan memberi masukan kepada PTPN VIII selaku pengelola Gunung Mas Puncak.

“Mungkin nanti kami akan minta bantuan dari pihak geologi dari IPB atau dari BIG untuk meneliti kontur tanahnya. Setelah kajian selesai dan jika warga harus direlokasi nanti kita komunikasikan dengan pihak PTPN,” ujarnya.

Dampak Banjir Bandang terhadap Pemukiman Warga

Sementara itu, lumpur masih menggenangi lantai rumah warga di Kampung Gunung Mas. Ketinggian lumpur mencapai sekitar 25 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa.

Tak hanya itu, batang dan ranting pohon juga masih berserakan di bantaran sungai maupun jalanan.

Sebelumnya, kawasan Gunung Mas, Cisarua Bogor diterjang banjir bandang, Selasa (19/1/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kemudian, terjadi banjir bandang susulan pada pukul 12.10 WIB di saat warga sedang mengambil barang-barang yang tidak sempat mereka bawa usai banjir bandang pertama terjadi.

Akibat banjir bandang ini, tujuh bangunan rumah dan warung milik warga rusak. Bencana ini juga mengakibatkan 900 jiwa penghuni Kampung Gunung Mas dievakuasi ke tempat aman.

Sumber : medcom.id & liputan6.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.