Kiat Sehat Bagi Pelari Pemula

Dalam berlari, Anda perlu punya prinsip bahwa tubuh Anda bukan mesin motor yang bisa langsung lari begitu gas diinjak. Tubuh perlu persiapan dan peranti pendukung agar manfaat sehat yang Anda dapatkan, bukannya justru petaka. Berikut kiat sehat yang perlu Anda catat sebelum memulai hobi berlari Anda:

Kiat Sehat Bagi Pelari Pemula

© Disediakan oleh MRA Printed Media Kiat Sehat Bagi Pelari Pemula

Cek dokter

Sebagai pelari pemula, Anda perlu melakukan pemeriksaan pre-partisipasi. Pemeriksaan tidak hanya anatomi kaki, tetapi menyeluruh. Lakukan cek, terutama pada sistem muskuloskeletal, jantung, dan paru. Periksa pula denyut nadi sebelum Anda berlari. Catat, Anda harus memerhatikan denyut nadi. Bagi Anda pemula, coba dulu dengan berlari 2-3 menit lalu dilanjutkan dengan jalan kaki selama 2 menit. Yang penting jangan sampai denyut nadi Anda mencapai angka 70 persen dari batas maksimal (200). Misalnya, data pada monitor detak jantung yang Anda kenakan menunjukkan angka 150, sebaiknya turunkan tempo dan baru mulai tingkatkan lagi tempo setelah denyut nadi kembali ke 110-120. Jika denyut nadi terlalu kencang atau justru terlampau pelan – jauh dari nilai normal, urungkan dahulu niat untuk berlari. Temui dokter dan dapatkan nasihat kapan Anda boleh mulai berlari kembali.

Cari teman

Teman berlari bisa dibutuhkan, bisa juga tidak. Tergantung Anda. Jika Anda perlu ditemani, sebaiknya cari yang seimbang tingkat kebugarannya, supaya kecepatan lari sama.

Pilih pakaian

Prinsip pakaian berlari yang cocok adalah ringan, menyerap keringat dan cepat kering, serta berbahan elastis, agar dapat bernapas dengan bebas. Celana pendek atau panjang tidak masalah.

Pilih sepatu

Sesuaikan sepatu dengan bentuk kaki Anda. Jangan beli sepatu yang ngepas di kaki, usahakan ada celah di depan jempol. Jika tidak, kaki Anda akan lecet akibat tekanan selama berlari. Dalam memilih sepatu, jangan terpaut dengan sol tebal atau tipis. Yang penting bahannya lentur atau tidak kaku dan sepatu harus ringan. Selain enteng digunakan, ini dapat meminimalisir cedera. Untuk model, jangan terpengaruh pada model yang sedang tren. Yang paling utama, sesuaikan dengan bentuk kaki.

Tentukan jarak

Targetkan jarak lari sesuai tingkat kebugaran Anda. Tapi biasanya bisa dimulai dengan 30 menit atau kurang lebih 3-4 km.

sumber : msn

Comments

comments

Diar

Simple

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *