Gerhana 1983, Astronom Dunia Berkumpul di Borobudur Sampai Rumah Bu Diyah

Yogyakarta – Saat peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT), 11 Juni 1983 atau 33 tahun yang lalu banyak mendapat perhatian dunia internasional terutama para ahli astronomi dari berbagai negara seperti Perancis, Amerika Serikat, Jerman Barat, Jepang dan Inggris. Mereka ingin meneliti peristiwa GMT atau Total Solar Eclipse yang paling langka terjadi.

Selain itu peristiwa GMT di Indonesia waktu itu merupakan terlama dalam sejarah gerhana. Lama gerhana matahari total selama lebih dari 5 menit. Hal itu berarti GMT yang lebih lama dibandingkan yang pernah terjadi negara lain di tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah Indonesia waktu itu memusatkan kegiatan pengamatan GMT dari kawasan Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah. Di tempat itu disiarkan langsung stasiun TVRI bekerja sama dengan NHK Jepang. Namun pada ahli astronomi dunia ada yang memilih kegiatan pengamatan di tempat lain seperti Yogyakarta, Sleman, Bantul, Boyolali, Solo dan Purworejo.

Waktu itu ada ratusan pengamat asing dan dari Indonesia termasuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dari berbagai disiplin ilmu yang ikut mengamati dan meneliti.

Berdasarkan berita yang dimuat Harian Kedaulatan Rakyat, hari Kamis Wage, 2 Juni 1983 ada sekitar 86 astronom yang mengamati GMT di Boyolali. Mereka mulai berdatangan. Salah satunya, dua orang astronom dari Manchester University of England. Mereka adalah M. Poirier dan D. James yang sudah membawa peralatan lengkap.

Di Boyolali mereka menginap di rumah Ny Diyah Subroto di Kampung Sidodadi dengan ongkos sewa Rp 25 ribu/hari. Mereka tinggal di rumah itu hingga tanggal 14 Juni 1983.

Saat itu Pemerintah Kabupaten Boyolali telah membentuk seksi penelitian GMT, yang dikepalai Drs Sutikno telah mendata dan mencatat sebanyak 82 orang astronom asing yang akan datang, termasuk dari Jepang. Rombongan dari Jepang tidak menginap di Boyolali tapi di Solo. Selain itu ada rombongan dari Italia sebanyak 40 orang, Jerman Barat sebanyak 3 orang, Institut Pertanian Bogor (IPB) sebanyak 100 orang dan mahasiswa dari Jakarta sebanyak 100 orang.

Selain di Boyolali di Lapangan Bayan kabupaten Purworejo juga ada banyak pengamat asing yang melakukan pengamatan GMT dari wilayah itu. Sementara itu Pemda Jawa Tengah mencatat adar 1.873 turis asing yang datang ke Jawa Tengah yang akan menyaksikan peristiwa GMT.
(bgs/mad)

detik.com

Comments

comments

Astrid Novianti

Muslim dan suka hiking juga..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *