Game Buatan Indonesia, Sabet Juara di Imagine Cup Microsoft

JAKARTA – Indonesia kembali menorehkan prestasi dengan terpilihnya None Developers sebagai juara kedua dalam kategori Games dengan aplikasi mereka yakni Froggy and the Pesticide yang digelar Microsoft.

None Developers, tim developer muda asal Universitas Trunojoyo, Indonesia berhasil sebagai runner-up Imagine Cup 2016 tingkat dunia untuk kategori Games dengan game ‘Froggy and the Pesticide’.

Sebuah kompetisi Imagine Cup yang digagas oleh Microsoft yang diselenggarkan untuk pelajar, telah menginspirasi begitu banyak mimpi dan merealisasikan beragam solusi untuk dapat membantu mengubah dunia.

Froggy and the Pesticide merupakan sebuah game yang didesain untuk menanamkan kesadaran lingkungan. Melalui game tesebut, keempat anak muda Indonesia asal Madura ini hendak menyarankan penggunaan biopestisida dan memberikan informasi tentang bahaya pestisida.

Steven Guggenherimer, Corporate Vice President, Developer Experience & Evangelism and Chief Evangelist Microsoft mengatakan, Microsoft percaya atas kekuatan yang dapat menghubungkan anak-anak muda dengan teknologi.

“Kami ingin membantu mereka untuk dapat terus bermimpi, membangun kreativitas dan merealisasikan ide menjadi kenyataan,” ujarnya melalui keterangan kepada Okezone, Jumat (29/7/2016).

Melalui program Microsoft Imagine Cup, pelajar berkesempatan untuk mendapatkan akses serta pengalaman unik dari tools development dan cloud kelas dunia secara gratis, sehingga anak-anak muda ini dapat mulai membangun masa depan mereka dari sekarang.

Game Buatan Indonesia, Sabet Juara di Imagine Cup Microsoft

Sementara, Vice President Worldwide Education Microsoft, Anthony Salcito menambahkan, “Di Microsoft, kami percaya teknologi dapat memainkan peranan besar dalam proses belajar mengajar, menciptakan dampak langsung serta jangka panjang bagi para pelajar,” paparnya.

“Microsoft Imagine Cup merupakan wujud nyata dari keyakinan ini. Kompetisi Imagine Cup telah menjadi contoh bagaimana orang dapat melakukan hal-hal luar biasa ketika teknologi berada dalam jangkauan mereka,” tambahnya.

Atas prestasi yang mereka torehkan, None Developers sukses membawa pulang hadiah USD10.000. Dalam perjalanan ajang Imagine Cup 2016, keempat anak bangsa None Developers tersebut adalah M. A. Kholiq, Anwar Fuadi, Astu Masrundi, dan Achmad Dany Romadhon.

Mereka mendapatkan bimbingan dari Asadullohil Ghalib Kubat, anggota tim Solite Studio asal Universitas Trunojoyo yang pada 2013 lalu juga keluar sebagai runner up Imagine Cup tingkat dunia untuk kategori Games di Rusia.

Ajang final tingkat dunia 2016 kali ini diakhiri dengan tiga hari penuh petualangan dan kegembiraan bagi 35 tim pelajar global yang bersaing untuk mendapatkan uang tunai serta hadiah senilai lebih dari USD200.000, sesi mentoring 1:1 dengan CEO Microsoft Satya Nadella dan gelar juara Imagine Cup.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar tim peserta ini tergabung berasal dari di seluruh dunia mereka membentuk tim di sekolah/universitas masing-masing untuk berkompetisi di tingkat lokal dan agar bisa masuk kualifikasi World Finals.

Ada tiga puluh lima tim dari seluruh dunia berkompetisi di kategori Games, World Citizenship Imagine Cup 2016 Tingkat Dunia Kategori Games dan Innovation.

Untuk mendukung mereka dengan kini game Froggy and the Pesticide sudah bisa di unduh melalui perangkat berbasis Android dan Windows. Tim None Developers asal Indonesia Rebut Posisi Runner-Up di Ajang Final Microsoft. Kini game Froggy and the Pesticide sudah bisa di unduh di Android dan Windows.

okezone.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *