Eugene Bouchard Bikin Histeris Penonton

Eugenie Bouchard tersenyum dan membalas teriakan penonton yang riuh usai pertandingan kemarin. I love you too, katanya. Suaranya yang terdengar melalui pengeras suara itu langsung disambut histeris penonton.

Penampilan Bouchard benar benar menawan dan membetot perhatian penonton yang memenuhi stadion Hisense Arena. Petenis cantik asal Kanada itu lolos di babak kedua Australia Terbuka. Dia berhasil mengandaskan perlawanan petenis Cina, Peng Shuai dengan 7-6 (5), 6-2, kemarin.

“Pada set pertama saya gugup dan sepertinya kaki saya kaku untuk bergerak sehingga susah untuk meraih bola, Kata Bouchard. “Secara keseluruhan, saya merasa lebih baik setiap harinya.”

Dia membutuhkan waktu 61 menit untuk melangkah ke babak ketiga. Permainannya semakin solid dan emosi lebih stabil. Dia mengatakan ingin melupakan masa lalu yang bermasalah dan melihat ke masa depan. Saya ingin cepat kembali memperbaiki diri dan mendapat hasil yang mengesankan di Australia Terbuka.

Pemain berusia 22 tahun itu, saat ini sudah dijalur yang tepat untuk kembali meniti karir di tenis profesional. Penampilan Bouchard sempat memukau pada 2014, ketika mampu menembus final Wimbledon dan semifinal Australia Terbuka dan Prancis Terbuka.

Musim berikutnya seperti anti-klimkas. Prestasinya melorot dan semakin tenggelam karena absen di sejumlah turnamen. Akibatnya peringkatnya juga semakin menukik tajam pada 2015. Kondisinya diperparah ketika mengalami gegar otak akibat terpeleset di ruang ganti saat tampil di Amerikat Serikat Terbuka.

Bouchard mengatakan bahwa dirinya sekarang telah menemukan kembali motivasi untuk maju lagi. Dia membuktikannya dengan mencapai semifinal di Sydney International awal bulan ini. Hasil itu menambah kepercayaan dirinya. “Saya merasa bisa kembali bermain dengan baik dan masih memiliki peluang terbuka.

Dia mengakui telah belajar dari pengalamannya beberapa tahun terakhir. Dia harus melewati naik-turunnya karir di dunia tenis dengan cepat. Saya telah belajar bagaimana menangani sebuah tekanan,” kata petenis yang pernah menempati peringkat 5 dunia menurut asosiasi tenis wanita (WTA) itu.

Kini, Bouchard-yang menduduki peringkat ke-47-menargetkan bisa kembali menduduki peringkat di atas 20 dunia. Dia mengatakan sudah tidak mau memikirkan tentang masa lalu yang dialaminya lagi. “Tidak ada gunanya melihat ke belakang, kata Bouchard yang sempat berganti-ganti pelatih.

Sumber: Tempo.co

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *