Efek Minuman Berenergi Terhadap Ginjal

Minuman berenergi adalah minuman ringan yang mengandung zat-zat seperti vitamin B kompleks dan kafein untuk menstimulasi sistem metabolik dan sistem saraf pusat. Minuman berenergi bertujuan memberi pengguna peningkatan energi yang segera melalui kombinasi zat stimulan seperti kafein, ekstrak herbal (guarana, ginseng, dan gingko biloba), vitamin B, asam amino (taurine), derivat asam amino (karnitin), dan derivat gula (glukuronalakton dan ribose). Minuman berenergi biasanya mengandung 80-141 mg kafein per 8 ons. Terdapat dua jenis minuman berenergi yaitu yang mangandung gula dan yang tidak mengandungi gula.

Kandungan minuman berenergi terdiri atas pemanis buatan, penambah rasa, bahan pewarna, asam fosfat, kafein, dan beberapa mineral. Selain itu energy drink juga dilengkapi asam amino taurin dan karnitin yang diperlukan tubuh dalam proses metabolisme. Juga mengandung bee pollen, royal jelly, serta ganggang spirullina atau chlorella.

Vitamin yang terkandung di dalam energy drink seperti B-kompleks, vit B1, B2, B3, B5, B6, biotin, dan ginseng. Vitamin B-kompleks berguna dalam pembentukan sel darah merah/eritrosit. Vitamin B1 untuk nutrisi saraf, B2 untuk mencegah bibir pecah-pecah, B5 bagus untuk pertumbuhan rambut, dan B6 adalah niacinamide, diperlukan wanita hamil yang mengalami muntah-muntah atau morning sickness.

Kafein meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh dan menstimulir neurotransmitter sehingga seseorang menjadi tidak mengantuk, tidak mudah lelah, serta membuat seseorang dapat berpikir jernih. Karena itu setiap habis minum minuman berenergi, tubuh terasa lebih enak dan rasa capek menghilang. Akan tetapi di balik kandungannya yang sedemikian komplit, apabila Anda minum energy drink setiap hari, akan berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

Khasiat atau efek minuman berenergi itu hanya untuk sementara. Di dalam satu botol energy drink bervolume 150 ml, terdapat 50 mg kafein. Sesuai dengan batas konsumsi aman kafein per hari adalah 150 miligram. Bila melebihi ambang atas tersebut, tubuh yang kebanyakan kafein akan mengakibatkan susah tidur, gemetaran, kejang, jantung berdebar-debar, asam lambung berlebihan, dan memicu sakit maag atau gastritis.

Karenanya para penderita penyakit jantung, hipertensi, maag, dan diabetes disarankan tidak minum energy drink . Karena kerja organ hati jadi jauh lebih berat dengan adanya bahan-bahan stimulan di dalam energy drink . Toksisitas langsung dapat terjadi dalam hitungan jam serta berakibat fatal dengan kematian. Sedangkan toksisitas tidak langsung dapat terjadi akibat akumulasi jangka panjang dengan menimbulkan kerusakan organ hati secara perlahan namun pasti.

Pekerjaan ginjal juga semakin berat dengan adanya zat pemanis, bahan pengawet, dan pewarna di dalam energy drink. Kerja berat ginjal menyaring bahan-bahan toksik tersebut akan mengakibatkan ginjal lelah, yang berakibat rusaknya tubulus dan glomerulus di dalam ginjal dan berakhir dengan gagal ginjal kronik (GGK). Pasien GGK tidak ada jalan lain kecuali harus menjalani cuci darah atau hemodialisa (HD). Bahkan bila HD kurang berhasil, penderita harus menjalani cangkok ginjal yang biayanya mahal sekali.

Selain GGK, kalori yang begitu tinggi di dalam energy drink dapat memicu terjadinya obesitas, yaitu masalah kelebihan berat badan, terutama pada anak-anak. Jadi, berhati-hatilah mengonsumsi energy drink. Sebotol dalam seminggu, mungkin masih aman. Jangan setiap hari.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *