Dibully Saat Remaja Tingkatkan Risiko Masalah Kesehatan Saat Dewasa

Jakarta, Efek negatif bullying tidak hanya mengganggu mental dan kesehatan jiwa seseorang. Studi terbaru dari Kanada mengungkap bullying juga bisa memunculkan masalah kesehatan fisik.

Penelitian yang dilakukan oleh Alanna D Hager dari Metropolitan State University, Denver, mengatakan bullying merugikan kedua belah pihak dari sisi emosional dan maupun fisik. Mereka yang dibully lebih sering mengalami sakit kepala, pusing, nyeri punggung hingga insomnia dan kegemukan.

Baca juga: Pelaku Maupun Korban Bullying Sama-sama Berisiko Alami Masalah Mental

“Masalah kesehatan, baik itu kesehatan mental seperti depresi, ansietas, maupun masalah kesehatan fisik seperti obesitas dan sakit-sakit menghantui mereka yang menjadi korban bullying,” tutur Hager, dikutip dariReuters, Jumat (1/1/2016).

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Adolescent Health ini dilakukan pada 662 remaja berusia 12 hingga 19 tahun. Para remaja dipantau selama 10 tahun hingga mereka dewasa lalu dicek kondisi kesehatannya.

Hasilnya, wanita yang saat remaja dibully memiliki kecenderungan untuk lebih gemuk dan memiliki citra tubuh yang buruk. Sementara pria lebih sering mengalami sakit kepala, nyeri punggung dan rasa rendah diri.

Oleh karena itu Hager mengatakan bullying yang terjadi pada saat remaja tidak bisa remehkan. Remaja sangat sensitif terhadap lingkungan sosialnya, yang akhirnya dapat membekas hingga mereka dewasa.

“Waktu yang tepat untuk mencegah bullying adalah ketika remaja. Jangan tunggu hingga mereka dewasa dan melupakannya, sebab hal tersebut tak mungkin terjadi,” pungkasnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *