Bos Tiket.com: Titik balik itu di tahun 2013

Mengalami fase yang sulit di masa-masa awal berdirinya sebuah perusahaan pernah dialami oleh Tiket.com. Saat itu di tahun pertama keyakinannya mampu menjadi perusahaan online travel agent terdepan mulai digoyah. Selama setahun sejak berdiri pada tahun 2011, pertumbuhan Tiket.com sangat kecil.

Sementara komisi di industri ini juga tak seberapa, sehingga jika ingin bertahan maka dibutuhkan jumlah transaksi yang besar. Tak heran bila empat pendiri Tiket.com: Wenas Agusetiawan, Natali Ardianto, Gaery Undarsa, dan Dimas Surya Saputra, benar-benar dihinggapi rasa kekhawatiran.

“Jadi masa-masa sulit itu terjadi dari tahun 2011 sampai 2013. Saat itu kita udah sempat mikir mau tutup. Itu karena pertumbuhannya kecil banget. Kita satu setengah tahun benar-benar merayap,” ujar Co-Founder sekaligus Chief Communication Officer Tiket.com, Gaery Undarsa kepada Merdeka.com saat wawancara eksklusif di kantornya, Jakarta.

Gaery pun mengenang kala itu dia beserta tiga rekannya setiap harinya hanya memantau laporan transaksi. Begitu ada satu orang yang melakukan transaksi, suasana kantor mendadak berubah menjadi ramai. Hal itu juga tak lepas dari nama baru Tiket.com yang belum terlalu terdengar oleh konsumen, sehingga jumlah transaksinya masih sedikit.

“Setiap ada transaksi, kita juga telpon orangnya. Sampai segitunya kita dulu,” ungkap dia.

Namun, berkat keyakinan dan kerja keras, masa-masa sulit itu pun berlalu. Titik baliknya adalah saat Tiket.com berhasil menjadi partner utama dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada tahun 2013. Saat itu PT KAI mulai menerapkan sistem penjualan tiket online.

“Pada saat itu Direktur Utama PT KAI Pak Ignasius Jonan mengatakan semua penjualan tiket kereta melalui online. Nah waktu itu juga banjir pesanan baik kita maupun KAI. Saat itu pula nama kita dikenal dan langsung berkembang cepat,” terangnya.

Sebetulnya, kata Gaery, sebelum PT KAI menerapkan penjualan tiket online, Tiket.com sempat dimintai saran mengenai penjualan tiket online ke depannya. Mereka pun memberikan saran jika ke depan penjualan tiket secara online akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Setali tiga uang, kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh Tiket.com untuk mempersiapkan sistem yang terkoneksi dengan PT KAI kelak.

“Jadi selain yang memprakasai PT KAI sendiri, kita pun di belakang dari sisi teknologi terus mengembangkan punya kita. Kita tek tokan terus sama mereka soal teknologi juga. Jadi sambil mereka bikin teknologinya, kita juga ikut mengembangkan agar nantinya bisa terintegrasi dengan sistem mereka,” katanya.

Saat ini perkembangan Tiket.com terlihat positif. Dikatakan Gaery, dari tahun 2014 ke 2015, nilai transkasi mereka mengalami pertumbuhan 100 persen. Bahkan ditargetkan untuk tahun 2016, pertumbuhan nilai transaksi minimal bisa mencapai 100 persen lagi.

“Dari segi omset, kita udah ada di angka beberapa triliun rupiah. Cukup signifikanlah di market saat ini,” terangnya.

Merdeka.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *