Aplikasi Besutan Mahasiswa UI Bantu Calon Hafidz

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Muhammad Faris, membuat sebuah terobosan yang dapat dimanfaatkan umat Islam. Dia menciptakan aplikasi agar siapa pun lebih mudah menghafal Alquran.

Juara 2 nasional Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) MN 2015 Cabang Desain Aplikasi Quran ini juga merupakan penerima beasiswa Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta. Kehadiran aplikasi tersebut berawal dua tahun lalu, ketika dia memutuskan untuk mulai menghafal Alquran dan merasa kesulitan.

“Ternyata dugaan saya benar, menghafal Alquran itu susah. Tidak menyerah di situ, saya mulai coba membuat aplikasi yang bisa membantu saya untuk menghafal,” katanya di Depok, Senin (20/6/2016).

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) itu menjelaskan, untuk mulai menghafal, dia perlu mengetMuhammad Faris (kiri bawah), mahasiswa UI yang berhasil menciptakan aplikasi pembantu seseorang dalam menghafal Alquran. (Foto: Okezone)ahui ayat mana yang sudah dan yang belum dihafal. Ide tersebut diimplementasikan dalam platform website di quran.community. Namun belum ada hasil yang signifikan saat itu.

“Tetapi ada hal unik yang saya dapatkan dari pengembangan aplikasi tersebut. Ada pengguna yang begitu aktif menambah hafalannya di aplikasi itu, dan ternyata dia telah memiliki hapalan hampir setengah Alquran. Saat itu saya menyadari bahwa ada hal mendasar perlu diperbaiki terlebih dahulu sebelum memulai menghafalkan Alquran yaitu bacaan kita harus baik dan benar,” paparnya.

Menurut Faris, tidak ada cara lain untuk meningkatkan kemampuan bacaan, selain meningkatkan interaksi membaca Alquran. Sehingga dia mencoba untuk mulai membacanya. Kendala yang dialaminya, seringkali ketika belum lama membaca Alquran, pikirannya sudah berpindah pada hal lain.

“Saya bertanya pada diri sendiri, ‘Gimana ya biar saya bisa fokus?’ Akhirnya muncul ide untuk membuat aplikasi Alquran dengan ayat yang bergerak otomatis dari kiri ke kanan agar saya bisa fokus pada ayat tersebut dan terus membaca agar tidak tertinggal. Setelah menggunakan selama sekira enam bulan, saya rasa sudah waktunya untuk menjadikan aplikasi ini dapat digunakan oleh banyak orang. Teman-teman dapat mengaksesnya melalui http://quranchallenge.id. Aplikasi ini memiliki konsep ayat yang bergerak dan nantinya akan ada target-target seperti games yang dapat teman-teman selesaikan,” tutur mahasiswa angkatan 2013 itu.

Menurut Faris, setiap hal untuk menjadi baik butuh proses. Aplikasi ini juga mencoba membantu memulai proses tersebut dari meningkatkan interaksi dengan Alquran, hingga nantinya tiap pengguna mampu memahami arti, makna, serta dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan dan menjadi bermanfaat bagi banyak orang.

okezone.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *