Mendapatkan gelar kebangsawanan Sir bagi Andy Murray merupakan sebuah momen yang istimewa. Gelar ini diraih setelah dia merasakan tahun 2016 yang luar biasa.

Prestasi besar diraih Murray sepanjang 12 bulan pada tahun tersebut. Pada usia 29, ia menjadi juara Wimbledon dan juara Olimpiade.

Ada beberapa kejadian istimewa bagi Murray sepanjang 2016. Pada Februari 2016, dia memiliki anak pertama dari istrinya, Kim yang melahirkan putrinya bernama Sophia.

Kemudian pada Juni 2016, Andy menjadi juara Wimbledon untuk kedua kalinya. Dilanjutkan dengan pada Agustus 2016 dia meraih medali emas tenis di ajang olimpiade Rio de Janeiro.

Pada November 2016, Andy Menggantikan Novak Djokovic sebagai petenis nomor satu dunia. Dan pada Desember 2016, ia meraih penghargaan BBC Sports Personality of the Year untuk yang Ketiga kalinya. Dia pun masuk dalam daftar orang calon penerima gelar kebangsawanan di Daftar penghargaan tahun baru 2017.

Sementara itu, bagi Mo Farah, mendapat penghargaan gelar bangsawan dirasakan seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Pada usia 33, ia memenangkan emas keempat Olimpiade. Ia mempertahankan gelar juara 5.000 meter dan 10.000 meter.

 Gelar kebangsawanan itu melengkapi perjalanan yang luar biasa untuk pelari yang pindah dari Somalia ke Inggris pada usia delapan tahun.

“Kalau saya mengenang kembali ke masa lalu, saya adalah seorang anak laki-laki yang tiba di sini dari Somalia, tidak bisa berbicara bahasa Inggris, saya tak pernah membayangkan di mana saya berada pada hari ini. Ini mimpi yang menjadi kenyataan,” katanya dilansir BBC.