CALIFORNIA – Microsoft telah membeli LinkedIn dengan mahar USD USD26,2 miliar atau sekira Rp346,8 triliun. Muncul lima alasan kritis, di mana seharusnya Microsoft tidak membeli atau mengakuisisi LinkedIn, seperti dilansir Theinquirer, Selasa (14/6/2016).

Tidak Ada yang Gunakan LinkedIn

Microsoft mengetahui bahwa LinkedIn memiliki sekira 400 juta pengguna. Namun, hanya 25 persen dari mereka yang menggunakan layanan setiap bulannya. Sebagian besar bahkan tidak melakukan update terhadap detail profil mereka, termasuk saat mereka berganti pekerjaan.  Ketidakamanan  Bukan sebuah rahasia bila LinkedIn pernah diretas pada 2012.

Hacker diklaim berhasil menemukan 167 juta detail akun pengguna. Microsoft telah memiliki patch produk sendiri untuk menggagalkan ‘cyber bully’ dan memastikan bahwa LinkedIn tidak menjadi korban hacker lagi.  LinkedIn Pernah Alami Kerugian  Microsoft menggelontorkan biaya yang terbilang fantastis, yakni USD26 miliar pada perusahaan yang dilaporkan mengalami kerugian tahunan sebesar USD8 juta.

Ketika perusahaan mengumumkan kerugian itu, sahamnya dilaporkan anjlok 43 persen.  Penghamburan Uang  Reaksi pertama saat publik mendengar akuisisi Microsoft kepada LinkedIn ialah terkejut dengan biaya yang harus perusahaan keluarkan. Delapan tahun lalu, LinkedIn bernilai lebih dari USD1 miliar. Kini, tidak ada yang menyangka bahwa Microsoft membeli perusahaan jaringan sosial profesional dengan membayar USD26 miliar atau sekira Rp346,8 triliun.

okezone.techno.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *